sekembalinya dari jogja...
langsung disuguhi jadwal yang padat. senin malam itu gue merasa begitu lelah. hingga akhirnya pada pukul sembilan malam gue memutuskan untuk tidur. gue pun pergi ke kamar mandi terlebih dahulu.
langsung disuguhi jadwal yang padat. senin malam itu gue merasa begitu lelah. hingga akhirnya pada pukul sembilan malam gue memutuskan untuk tidur. gue pun pergi ke kamar mandi terlebih dahulu.
samar- samar gue inget kejadian setelahnya..
gue sempet menolak saat digantiin baju sama ibu kos. selanjutnya gue udah ada di tempat tidur dengan ibu kos dan dokter di sampingnya. kepala gue terasa agak pusing, hanya sebentar, lalu gue pun terlelap.
saat terbangun kesokan paginya...
gue gk merasakan sesuatu yang aneh. gue merasa sangat sehat. dan saat ditanya bapak sama ibu kos, gk ada yang gue inget tentang kejadian malam itu.
yang terjadi malam itu...
gue ditemukan sedang jongkok di pojok kamar mandi. badan gue gemetar dengan kedua tangan di dagu. dan gue berteriak histeris. hingga pintu kamar mandi terpaksa didobrak.
hal terakhir yang gue ingat malam itu...
gue lagi nonton fast furious dan gue liat udh jam sembilan. dan gue mau ke kamar mandi dulu sebelum tidur. karena ingatan gue hanya sebatas itu, dan gue merasa gk ada yang salah, gue pun kuliah seperti biasa.
sesampainya di kampus...
gue bercerita dengan hebohnya perihal luka memar mebiru di mata kanan akibat kejadian semalem. kuliah berjalan seperti biasa. hingga akhirnya jam kuliah selesai, dan gue lanjutin buat ngerjain tugas di lobby kampus bareng temen.
lalu tiba-tiba saja...
dada gue terasa sesak, lalu turun ke perut hingga terasa seperti teraduk-aduk. setelah itu gue terbangun dengan dua dosen di samping. hanya sebentar lalu gue kembali tertidur.
di igd kariadi...
kali ini ketika terbangun, gue dikelilingi oleh temen-temen. mereka menceritakan apa yang terjadi. dan seperti orang bodoh, gue gk bisa mengingatnya. ternyata kejadian semalam terulang, walau agak berbeda. kali ini gue mengalami kejang hingga harus dilarikan ke igd.
kedatangan ayah dan ibu...
karena penuhnya kamar, gue dipindahkan ke rumah sakit lain.
menjalani rawat inap di rumah sakit...
hari-hari pertama di rumah sakit semua terasa baik. kalau bukan karena memar di mata yang kian membiru, gk akan ada yang tau kalo gue sakit. tapi gue tetap menjalani serangkaian tes. dari tes darah, eeg, emg, echo, rontgen hingga scanning.
pada suatu malam...
gue kedinginan. badan ini menggigil dengan begitu hebatnya hingga terasa lelah. gue udh capek meringkuk buat menahan dingin, tapi badan ini gk mau berhenti bergetar. rasanya mau nangis aja. lalu tiba-tiba gue didera sakit kepala yang begitu dahsyat. kalo biasanya gue cuma nangis, kali ini gue sampe berteriak karena gak kuat sama sakitnya. suhu gue mencapai empat puluh satu derajat celcius. dan gue gk tau apa yang terjadi selanjutnya.
hasil lab pun keluar...
gue terserang virus. rubella dan cmv. dan terjadi peradangan di selaput otak. syaraf gue juga terlalu tegang, jadi gk boleh stress. enterobacter terdeteksi dilambung gue. lengkap sekali.
keadaan yang memburuk..
hari berlalu. gue gk bisa inget secara rinci apa yang gue udah gue lalui disini. pada suatu hari gue terbangun dengan dikelilingi banyak orang. gue drop.
kondisi gue saat itu...
badan terasa lemas. untuk menggerakan badan saja terasa sangat sulit. gue cuma bisa tidur, dengan posisi yang gk bisa berubah, terbangun seperti orang yang keget, lalu terpejam lagi. tidak bertenaga, gue minta ibu buat ngajiin gue. dan dalam keadaan setengah sadar gue sempet bilang, "bu, kaka mau umrah tapi pas bulan puasa".
perasaan gue...
selama dalam kondisi itu gue merasa ini semua cuma mimpi. ya, itulah harapan gue. tapi ternyata ini semua nyata. setiap membuka mata, gue kaget seperti gk mengenali orang lain selain ibu. dan ketika mata ini terbuka, air mata ini gk bisa berhenti mengalir
pindah ke sub icu...
saat terbangun gue berada di sebuah ruangan dengan banyaknya alat yang terpasang. dan ketika melihat ke sekitar, banyak lansia yang terlihat seperti sedang meregang nyawa. seketika gue jadi pasien termuda dan tersehat di ruang itu. begitu sadar dan dinilai stabil, gue minta cepet-cepet dipindahin dari sana. beu rada di ruang itu... ah, sudahlah.
kembali ke ruang rawat inap...
berada satu ruang bersama ayah, ibu, uwa, bibi dan mamang rasanya berbeda sekali dari ruang sebelumnya. temen-temen pun mulai berdatangan lagi. gue sempet menggigil lagi. rupanya gue terlalu kelelahan.
setelah delapan belas hari di rumah sakit...
gue maksa pulang. dan konsekuensinya adalah setiap harinya gue harus ke rumah sakit buat diinfus selama dua jam. dan itu berlangsung selama enam hari.
dan hari ini...
keadaan gue terlihat baik-baik saja. dan gue pun merasa demikian. namun ternyata tubuh ini belum sepenuhnya pulih. gue harus minum obat setiap hari, rutin kontrol ke dokter, dan cek lab.
semua ini menyisakan banyak pelajaran. dan gue pun tergelitik. Allah masih sayang sama gue. azab yang disegerakan. kesempatan kedua. semoga membuat gue menjadi lebih baik.


2 comments:
SEMANGAT ulllll :D
terima kasih nida :)
Post a Comment